Posted by: Ahmad Dardiri | July 9, 2011

Kejar Tayang Detik.com

Selaras dengan topik tugas akhir ane kali ini, yakni pengambil objek kajian tentang penyeberangan lintasan merak bakauheni bikin ane musti banyak tau banyak tentang objek tersebut. Beberapa hal yang udah ane lakuin adalah dengan nyamperin langsung tuh pelabuhan dua kali, yang pertama 5 hari, dan yang kedua hanya 2 hari. Selebihnya ane nge-search all about “Merak-Bakauheni” dari internet.

Ane cukup sensitif kalo pas liat headline tentang merak-bakauheni, apalagi memang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena beberapa kali “bermasalah”. Cukup terbantu dengan beberapa pemberitaan tersebut, memperkaya wawasan sehingga cukup membantu dalam analisis.

Tapi apa yang ane temuin di detik sore ini cukup mengecewakan, yaitu ada berita yang berjudul Penyeberangan Merak, Mahal dan Buruk“. Ekspektasi ane langsung besar kalo berita ini bakal ngulas tentang kondisi existing merak-bakauheni yang emang awut-awutan, ada sebab-akibat, syukur-syukur kalo disertai solusi dari pakar atau pihak yang berkepentingan.

Ehhh… waktu ane buka, apa yang terjadi ????


Monggo diliat penampakannya, cuman ada dua kalimat doang. Saya ulangi, dua kalimat doang!!!

Silahkan ditafsirkan sendiri kawannn….^^’

*Moga jadi evaluasi buat detik.com yang sedang berulang taun ke-13, juga yang baru diakuisisi CT senilai US$60 juta. Woww!!

Posted by: Ahmad Dardiri | May 4, 2011

Angkot Ungu Ci (legon) situ

Senin kemaren, dalam perjalanan ke barat mengambil Data tanpa ditemani kera sakti, gw melihat pemandangan yang cukup familiar. Terbang angan melayang pada satu tempat yang telah bersedia manampungku hampir lima tahun ini, Cisitu.

Lihatlah ini kawan :

Di salah satu terminal kecil di daerah cilegon, gw berhasil mengabadikan pemandangan yang membuatku merindukan Cisitu, kota metropolis yang telah gw tinggalkan 5 hari yang lalu.

Satu kenyataan bahwa angkot yang selama ini gw banggakan, berwarna unik dan begitu berjasa mengantarkan insan Cisituer’s menuju tempat menuntut ilmu mereka, ternyata ada yang nyamain. Ga tau ini termasuk plagiarisme atau enggak, karena gw ga tau tata cara memparafrase warna angkot, dan mungkin mereka para supir angkot juga tidak begitu peduli tentang pentingnya penulisan sumber yang benar dalam sebuah karya.

Posted by: Ahmad Dardiri | April 23, 2011

The Literature *kek nama band. -_-‘

Dan sekarang gw punya tongkrongan baru kawann!!!, tongkrongan yang gw harap mengantarkan gw ke gemilangnya topik TA gw kali ini. Yap!, di Perpus Pascasarjana Transportasilah gw suka nongkrong sekarang. Tepatnya lantai 1 Gedung Plano (ga ngerti Labtek berapa, dari 4 tahun lalu gw cuman tau nomor gedung TI doang, Labtek III). Sebuah perpustakaan mungil dengan buku yang lumayan lengkap, tapi sayangnya ga bisa dipinjem keluar, jadi agak repot pas mo ngerjain di kosan.

Setelah baca beberapa Tesis yang relevan, ada satu buku tentang pemodelan transportasi yang selalu menjadi rujukan, seketika setelah gw cari buku tersebut, dan ternyata ada. Tapi..lagi-lagi ga bisa dipinjem buat dibawa pulang. Mau diketik disitu tapi ga ada colokan laptop (dan karena laptop gw ga ada baterai), mau difoto, jumlahnya ratusan halaman (lagian kamera HP cuman 2.0 megapixel), mau difotokopi..hmm… ga boleh! Namanya pembajakan!!, (kecuali textbook luar, red)

Karena emang butuh banget, urgent! (analoginya, sedarurat ngupil saat idung lw gatel dan ada yang ngeganjel), akhirnya langsung gw keluar perpus buat nyari di toko buku penerbit kampus (mumpung masih tanggal muda). Waktu masuk, terjadilah percakapan antara gw ama ibu2 penjaga.

Bu, harga buku XX berapa?”, gw ga nanya ada atau enggak, tapi langsung to the point ke harga!

93ribu untuk satu edisi” jawab ibu penjaga “tapi ada buku edisi baru lebih lengkap harganya 200an ribu“.

*Skak Mat!!

“Ooo… ya udah, makasih bu“, gw tutup percakapan yang sepertinya tidak bisa dilanjutkan.

Gw urungin niat buat beli, dengan alasan yang semua orang bakal tau ketika ngeliat perawakan gw.
……
Besoknya gw nongkrong di tempat biasa, gw baca2 tuh buku dari pagi ampe siangan. Dan kebiasaan gw, ketika baca buku, kata pengantarnya pun gw selalu baca, apalagi bagian ucapan terima kasih. Karena menurut gw, seorang penulis dapat diketahui dari kepada siapa saja dia berterima kasih.

Pas baca bagian kata pengantar, gw terpaku pada satu nama yang keknya gw kenal, kenal banget malah,, dia temen gw!!

Ok,, akhirnya tau kalo sang penulis adalah ayah dari salah satu temen kuliah gw. Akhirnya dengan muka agak tebal (dengan warna ga terlalu cerah) gw sms tuh temen. Awalnya gw nanya punya buku yang gw maksud ga, doi langsung nyambung dan nawarin buat minjemin salah satu bukunya bahkan dengan tambahan tawaran buat konsultasi ke bapaknya langsung. Haha… We Love U Yozzzz!!!!

Go TA Go!!!!!!!!!!!!!

*Iya sih, pasti berbeda semangat TA anak tingkat 4 dan tingkat 5.

Posted by: Ahmad Dardiri | April 21, 2011

Kenangan Franky Sahilatua

Teringat masa-masa MI (setingkat SD, red), ketika seorang kawan selalu menyanyikan lagu itu. Dan saya, yang selalu denger menjadi hafal karena terbiasa, tak perduli liriknya memaknakan apa, karena ku hanya insan yang masih polos saat itu😛 (dan belasan tahun kemudian, saat ini, lagu itu semakin relevan dengan kondisi bangsa ini). Lagu itu berjudul “Perahu Retak” karya Franky Sahilatua.

Perahu negeriku, perahu bangsakuJangan retak dindingmu
Semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
Jangan terantuk batu
Tanah pertiwi anugerah ilahi
Jangan ambil sendiri
Tanah pertiwi anugerah ilahi
Jangan makan sendiri

Ampe sekarang kalo denger lagu itu keinget satu pemandangan ketika pulang sekolah kami selalu bermain di rumah dia (hmm.. tepatnya dirumah neneknya), rama. Ganti baju seragam dengan kaos main dengan tanpa ganti celana, lepas sepatu lantas tidak memakai alas kaki. Selanjutnya diterusin dengan mandi di sungai setail (di samping rumah Lek Repi, salah satu pedagang pasar sempu, selisih beberapa rumah di belakang afan, seorang kawan di MI juga).

Hmm…tentang tepatnya nama lokasi, ahh.. saya lupa, yang pasti di sebelah selatan pas Kedung Julek.

Dan ini sering banget kami lakukan, teringat tawa lepas dan kebersamaan yang tak terganggu sedikitpun dengan tugas sekolah, masalah keluarga, krisis moneter, rusuh irak maupun meninggalnya nike ardila..

Kemaren terdengar berita meninggalnya sang maestro, terima kasih atas karyamu yang luar biasa.. Maaf saya tidak bisa membalas apa-apa, bahkan doa pun saya tida bisa.…….

Serasa tidak aneh kalo terjadi………..

Setelah bimbingan tugas akhir siang tadi, gw bersama empat teman punya ide cukup impulsif, dan selanjutnya dilaksanakan secara berjamaah. Yaitu pengen main badminton pada saat itu juga, jam 1 siang. Padahal sebelum2nya, badminton selalu direncanain minimal seminggu sebelum main. Dengan kostum kuliah berupa jeans, polo shirt dan sepatu kodachi yang berharga 50 ribu di pasar kosambi (kalau di pasar jumat salman 30 ribu #infogapenting!), dan raket yang selalu stand by di mobil seorang kawan. Main empat orang dengan durasi 2 jam cukup menghabiskan tenaga..

Ga kek biasanya, yang suka ngobrol2 dlu kalo abis maen, saking capeknya kali ini pas udah beres kita langsung pulang ke kosan masing2, konek internet dan iseng2 ngecek timeline Twitter sambil rehat.

Mata yang lelah ini tersita pada sebuah berita yang muncul di timeline. Ini gw capture.

Sangat prihatin, mengingat pernah baca beberapa berita tentang pengamanan distribusi soal UN, walaupun terlihat lebay, gw pikir itu ikhtiar untuk benar2 mengantisipasi kejadian yang sangat tidak diinginkan, cukup patut diapresiasi.

……pengawalan sangat ketat atas distribusi plat percetakan di masing2 daerah

……karyawan percetakan yang sampai dikarantina pada saat produksi berlangsung

…….menteri, gubernur, bupati, tentara, mahasiswa dst rajin ngadain sidak pas hari-H

…….dikawal aparat bersenjatalah, pake helicopterlah,….

dan banyak lagi strategi lain penjaminan soal yang cukup “Wah!”

Kemudian gw coba klik link berita itu, walaupun akhirnya ga kebuka karena modem cukup lemot. gw pikir untuk berita kek gini, detik.com harusnya cukup update. Akhirnya detik.com kebuka dan gw menemukan judul ga kalah mengagetkan lagi..

Seketika gw klik link beritanya

Dan inilah penampakannya :

SMS Kunci Jawaban UN Beredar di Banyuwangi



Banyuwangi – SMS diduga kunci jawaban beredar luas di kalangan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat di Banyuwangi. SMS itu beredar sejak hari pertama UN digelar.

“Satu jam sebelum ujian hari pertama saya sudah dapat,” kata seorang peserta UN kepada detiksurabaya.com, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Selasa (19/04/2011).

Bahkan, SMS kunci jawaban untuk soal yang diujikan hari ini sudah beredar Senin (18/04/2011) malam. Tidak sedikit peserta ujian yang mempercayai kebenaran SMS tersebut.

Rata-rata peserta UN yang menerima SMS kunci jawaban di hari pertama menguji kebenaran SMS tersebut. Hasilnya, nyaris semua jawaban yang ada di SMS benar.

“Setelah saya tes di rumah bersama teman-teman, hampir semua jawaban yang ada di SMS benar,” tambah sumber detiksurabaya.com

Sementara Dinas Pendidikan Banyuwangi bersikap santai terkait beredarnya sms kunci jawaban tersebut. Sebab, kunci jawaban yang ada di SMS itu tidak sesuai dengan paket UN yang ada.

“Hal yang biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan,”jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi, Catur Pamarto, kepada wartawan di kantornya.

(fat/fat)

Silahkan dibaca, dilihat, diresapi………

Gw merasa sangat malu, miris, prihatin atas berita tersebut,,,pernah juga mengalami hal yang sama, malu ketika ada seorang pembicara*) di sebuah seminar tentang potret pendidikan di Indonesia bilang “Di Banyuwangi, jumlah siswa yang lulus melebihi jumlah yang ikut UN, aneh ga??“,, *)eko prasetyo, penulis buku “Anak Miskin Dilarang Sekolah”.

Sedangkan jjjjjjjjjjjjaaaaaaaaaaaaaauuuuuuhhhhhhhhhh lebih malu lagi pas baca komentar berita di atas, orang yang seharusnya sangat bertanggung jawab atas hal ini, seorang KEPALA BIDANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI :

“Hal yang biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan,”jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi, Catur Pamarto, kepada wartawan di kantornya.

………….

Dan inilah yang membuat kejadian tersebut berlanjut-lanjut, ampe sekarang!!

Ketika kesalahan dimaklumi sebagai hal yang biasa….

Gw kasihan dengan guru-guru di sekolah, dari mulai TK mengajarkan bahwa bahwa berbohong adalah perbuatan dosa yang dilarang agama..

Guru SD pun demikian, ,,bahkan masih hangat ingetan di kepala, sampul coklat di buku tertulis “Rajin Pangkal Pandai”. Bukan tertulis “Bawa HP pas ujian pangkal dapat nilai bagus!”

Guru SMA juga, pagi buta berangkat ke sekolah untuk memberi materi pendalaman, tak pernah capek untuk bilang “rajin2lah belajar”, try out pun sering diadakan untuk memastikan siswa menguasai materi dengan baik.. dan satu lagi, perihal dilarang nyontekpun jadi pelajaran sehari-hari dari mulai awal masuk sekolah….

Orang tua kita pun tak pernah bosan mengingatkan, bahwa modal kita untuk masa depan adalah kejujuran… percuma pinter kalau tidak jujur nak!,,orang tidak pinter secara akademis pun banyak yang sukses,, tapi orang yang tidak jujur?? Sukses membuat diri hidup merana dipenuhi kebohongan.

……………………

Tapi akhirnya???

Pada saat hari–H Ujian Nasional, dengan gampang mendapat SMS jawaban, atau apapun modusnya, yang sebagian besar jawaban benar, dan akhirnya lulus dengan mendapat nilai BAIK (bahkan tak jarang SANGAT BAIK) seperti yang mereka, orang tua, para guru inginkan … tanpa perlu ilmu yang dipelajari selama 3 tahun!, ocehan guru, bimbel, lembur belajar ampe malem serasa tak berguna dibanding dengan SMS dari langit itu..

Itukah yang dinamakan sukses UN?? No!!, Big NO!

Gw sangat prihatin, dan ini ada disekitar kita (gw pernah mengalaminya..bagaimana dengan kalian?)

Akankah ini akan selalu dimaklumi, dengan alasan mempertaruhkan citra sekolah? Disdik Kabupaten?? Propinsi?? Atau bahkan Pemerintah pusat?…. Pertanyaan akan coba saya balik, banggakah jika citra sekolah (atau disdik kabupaten dst) BAIK karena nilai UN tertinggi, walaupun buah dari ketidakjujuran??? Hmm….Orang yang punya nurani serta harga diri akan menjawab “Tidak”!

Ataukah karena keTAKUTan-keTAKUTan jika siswa mengerjakan UN dengan jujur lantas akan tidak lulus. Terlalu sombong untuk mendahului takdir Allah, dan berpikir picik bahwa yang Allah perintahkan tentang jalan yang benar (kejujuran) akan mendatangkan mudzarat berupa “hasil” yang buruk…

Maka, gw ada beberapa pertanyaan :

Bolehkah seorang pejabat korupsi karena TAKUT anak dan istrinya diledek orang karena tidak punya mobil atau rumah mewah???

Bolehkah seorang mencuri karena TAKUT anaknya ga bisa memakai sepatu layaknya temannya yang lain??

Bolehkah menipu karena TAKUT ga bisa bergaya hidup seperti yang lainnya??

Bolehkah ketika ada yang TAKUT reputasi sekolah turun dan akhirnya berbuat hal yang “tidak benar” itu??

Semua pertanyaan tersebut gw kira analog.. dan kenapa permasalahan di negeri ini tak kunjung tuntas…

…………………………

Buat yang pernah melakukan itu dan lulus dengan nilai yang BAIK (bahkan sangat baik, dan belum menyesal ampe sekarang), Selamat!

Selamanya anda tidak akan pernah bisa membanggakan sepenuhnya “pencapaian” yang “anda” raih itu..

Apalagi kebanggaan sekolah,, Hampa!!

Dan ketika kita sering mengutuki para koruptor yang mengambil uang rakyat, pencuri, perampok yang mengambil barang orang lain… taukah, kalian sudah mengambil nilai yang bukan hak kalian….

*bukan bermaksud sok suci, tapi hanya berusaha menyampaikan yang gw yakini benar,,walaupun akan selalu ada kekurangan..
Mari bersama-sama saling mengingatkan dan memperbaiki diri.

Posted by: Ahmad Dardiri | April 18, 2011

Mengintip komentar berita di detik.com

Siang yang panas ini, sambil nunggu dosen pembimbing yang masih 4 jam lagi hadir, gw berniat baca-baca buat bahan bimbingan nanti. Iseng-iseng awalnya baca timeline di twitter, ada twit berita di detik tentang berita seorang mahasiswa S2 IPB yang beberapa hari menghilang.

Trus gw coba klik link yang ada, akhirnya gw baca lengkap dengan kesimpulan bahwa emang si doi udah ga kuliah dari mulai setahun terakhir, dan tak satupun teman tau tentang keberadaannya. Gw turut perihatin.

Kebiasaan pas abis baca berita, biasanya gw suka ngeliat komen tentang berita itu. Pas liat commen di bawahnya, tepatnya di bagian komentar di twitter, ada beberapa retweet beserta komen dari tweps yang (saya ragu) udah baca berita tsb.

Ni gw coba capture komentar2 mereka.

Perhatikan komentar2 diatas, keknya sebagian besar ga nyambung ama topik yang sebenarnya dibicarain. Dengan hanya membaca judulnya doang, mereka udah berani komentar seenak udel, berasa paling tau dan paling berhak buat menghakimi.

Kebayang gimana orang tua Melinda fitriani (Bukan Melinda Dee!!!!) ketika baca komentar2 tsb, berharap dibantu dan dikuatkan, malah di komentarin dengan hal-hal yang ga pantas!

Mari budayakan membaca, sebelum berkomentar……

Posted by: Ahmad Dardiri | April 14, 2011

Anggota DPR menabrak karang

Barusan ada berita tentang Rombongan DPR Tabrak Karang di Sebatik, cukup kaget, dan perihatin.

Semoga tidak ada karang yang rusak….

Amiin…

Posted by: Ahmad Dardiri | April 9, 2011

Today is (not) my graduation day!!

Finally it comes,, The day you’ve been waiting for,

For the new Industrial Engineers, Congratulation guys!!, Have a great graduation day!🙂

Dua hari yang lalu, tiba-tiba HP gw bunyi dengan tidak biasa, ternyata sebuah reminder yang gw tulis tahun lalu. Tertulis ” 09 April 2011, Wisuda!!!”. Haha… geli sendiri baca, dan seketika gw hapus.

Banyak hal yang udah direncanain, kebayang tanggal 10 Januari kemaren gw udah beresin Tugas Akhir, trus tanggal 25 sidang kelulusan, dan februari awal harusnya sign kontrak kerja…

Dan ternyata, Allah punya rencana lain. Gw masih belum diijinin mengakhiri perjalanan di kampus ini, status mahasiswa ini pun sepertinya belum pantas untuk ditanggalkan..

Gw yakin, akan ada saat yang tepat, dimana gw bisa memakai toga dengan didampingi emak dan kakak gw di Sabuga…

Ampuni ya Allah tentang keluh dan gerutu yang dulu sempat keluar, karena hamba hanya manusia yang fakir dan amat lemah, masih belum bisa memahami rencanaMu yang pasti indah ini…

Posted by: Ahmad Dardiri | March 24, 2011

Belajar dikit dari ‘hukum’ di negeri ini

Pengen dikit cerita tentang kejadian yang gw alami beberapa hari lalu. Siang itu, gw dimintain bantuan temen buat survey, Yup.. sebagai seorang mahasiswa yang setiakawan (???), dan butuh tambahan uang saku (alasan kedua ini membatalkan alasan pertama), gw langsung deal tawaran dia, yaitu survey mengenai project buat  final reportnya. Gw dapet bagian enam tempat buat disurvey, mulai dari kantor pemerintahan, BUMN, Swasta dan beberapa intitusi pendidikan.

Survey dimulai dari jam 10an, dengan motor pinjeman dari sang bos, abay, gw muter-muter keliling bandung sendiri, dari mulai bandung utara-selatan, bahkan dari timur ke barat. Setelah beberapa tempat udah tergarap, selanjutnya tinggal dua tempat lagi.

Langitpun udah mulai gelap dengan mendung, menguatkan tanda sore mulai menjelang..

Akhirnya gw putuskan buat mengakhiri survey hari ini di salah satu kantor dinas pemerintahan, di jalan Cianjur.

Dengan perjalanan pelan dan sangat nyantai , itung-itung cooling down dari panasnya fisik dan hati selama hampir setengah harian lebih muter-muter nyari data, dan tak satupun data didapat!. Sambil liat kanan kiri nyari jalan Cianjur, meraba-raba karena emang sebenarnya gw ga tau lokasi terakhir ini.

Pas belok dikit dari jalan Jakarta menuju Laswi, gw liat segerombol polisi yang lagi ‘dinas’. Well, dengan sedikit teori dari buku “How to Face Polices for Dummies“, *ngasal!, yaitu bahwa yang musti gw lakuin pada konsisi itu adalah jangan berubah ekspresi, jangan menjauh apalagi keliatan kalo ngehindar, jangan keliatan buru-buru dan tetap santai. Karena dasarnya emang gw ga jago acting, kelakuan dan ekspresi gampang banget ketebak, bahwa gw emang ‘bermasalah’. Akhirnya distop sama salah satu polisi, disuruh menepi sambil diiringi senyum kecil dan salam, selamat sore.

Pertama kali langsung ditanya STNK dan SIM, huhh…. pertanyaan pertama pun gw udah ga lolos, seumur-umur gw ga pernah punya SIM!, tapi muka pak polisi tidak lantas menambah gw tambah panik, malah menenangkan dengan pertanyaan, “Mau dibantu?”,,

Kepikiran kalo gw lagi ikhtiar nyari tambahan duit halal, motor pun pinjeman, dan gw adalah pelanggar, yang berarti telah melakukan kesalahan dari segi manapun dilihat. Hmm… ya dah, gw pikir gw pake sidang sepertinya jadi pilihan yang lebih baik daripada “dibantu”. Akhirnya ekspresi pak polisi agak berubah, gw nanya-nanya tentang prosedur sidang dijawab sekenanya dan seketika gw ditinggalin begitu saja tanpa salam penutup.

Akhirnya motor semakin gw tepiin, ditempat itu juga langsung gw telpon pemilik motor yang dipinjem, gw ceritain semua, dia bilang gapapa.. Alhamdulillah…

Gw berbalik langsung ngidupin motor mo langsung pulang, gw liat bentar ke belakang, eh ternyata ada polisi yang tadi nilang gw. Dia lagi ketawa-tawa pas sambil ngeproses tiga siswa SMA yang bermasalah karena boncengan tanpa helm, dan ketiga siswa pun tersenyum akrab. Gw penasaran, gw tungguin bentar dan akhirnya gw tau kalo sekelompok siswa SMA tadi memilih opsi “dibantu”.

*Teringat pas gw nyari data buat penelitian beberapa waktu lalu, ada tulisan besar terpampang didepan pintu masuk kantor polisi, tertulis “Kami Memang Belum Sempurna, Tapi Kami Sedang Berusaha”, CMIIW.

Posted by: Ahmad Dardiri | March 23, 2011

Belajar dikit dari orang jepang

Hmm… kali ini gw pengen cerita tentang pengalaman gw ketemu dan ngobrol langsung dengan orang jepang. Ada hal yang gw pelajari dari dia, hal yang selama ini hanya denger lewat cerita, satu hal yang bisa bikin gw salut ma mereka.

Ceritanya, gw dari seminggu yang lalu dapet undangan Mitsubishi Corporation Japan buat silaturrahmi penerima beasiswa di RM Sindang Reret Bandung. O ya, semester lalu Alhamdulillah gw dapet beasiswa dari Mitsubishi, jumlahnya sih relatif gede, lebih gede dari beasiswa yang sebelumnya tiap semester gw terima. Jadi cukup banget buat ngerjain Tugas Akhir (yang pertama), ampe beres.

Dari pertama sms yang gw terima, gw tau siapa aja yang diundang, intinya ada 13 mahasiswa yang disebut namanya di sms itu, dan satupun gw ga ada yang kenal (karena dari jurusan dan angkatan yang berbeda). Jadi dengan agak males-malesan gw nungguin jam pertemuannya di perpus pusat sambil baca materi TA (Hmm…..Padahal biasanya, untuk urusan ada makan-makan gratis, gw semangat dan selalu berada dalam garda terdepan). Lagian mikirnya juga perjalanan buat ke Sindang Reret ( Depan Gasibu) dari kampus hanya sekitar 15 menitan, jadi niatnya bakal dipas’in aja nyampenya.

Belum sampai jam setengah 12, (padahal pertemuan jam 12 siang), gw dapet sms lagi dari pendamping penerima beasiswa kalo kita disuruh cepet-cepet, soalnya pihak Mitsubishi udah nyampe lokasi. Langsung aja gw beres-beres, jalan menuju simpang, naik angkot dan langsung menuju tkp. Jam 11.51 gw nyampe Rumah makan Sindang Reret, dan ternyata baru 3 orang yang udah dateng dari pihak mahasiswa.

Setelah salaman dan perkenalan, gw iseng nanya ke salah satu mahasiswa yang udah dateng duluan, dia bilang, orang jepangnya udah dateng dari sejak 40 menit sebelum waktu yang telah ditentukan. Sedangkan, satu dosen, dan 7 mahasiswa yang lain, Ter..lam…bat!

 

*Sungguh Therr…lhaaa…lhuu!!

Posted by: Ahmad Dardiri | March 19, 2011

First Experience….. buying J.Co’s Donuts by myself

Terlihat agak ndeso (dan miskin) dari judulnya, biarlah…

Teringat dua hari lalu da lowongan untuk Process and SOP analyst buat proyek Agriculture Technology di milist angkatan. Setelah nanya-nanya ke yang nge-post di milist, gw ngirim CV ke email yang tercantum pada pengumuman di attachment.

Kemaren malem, gw langsung di sms pihak perusahaan untuk interview dan meng-explore jauh tentang gw dan project yang bakal dijalanin. Janjian jam 4 sore di Dakken Jl. Riau. Gw tanya afif, salah satu teman asli bandung, gw nanya tempat apakah itu?, dia jawab, tempat makan orang kaya. Well, gw mikir emang dunia professional kek gini, ga mungkin ngomongin proyek di tempat tambal ban ato musholla.

Dua jam menjelang pertemuan, gw udah tau lokasi meeting dari mbah google. Daerah riau, dan cukup deket dengan kosan gw. Dengan berbekal motor pinjeman gw yakin bisa nyampe lokasi sekitar 15 menit. Ok..gw siap!

Tiba-tiba dapet sms kalo orang dari pihak perusahaan bakal telat karena langsung dari Jakarta. Akhirnya jam diundur menjadi jam 5 dan tempat pertemuan juga berubah, Starbuck BIP. Oke, tempat semakin dekat dan gw punya waktu lebih untuk belajar all about SOP dan Business Process di bidang Angriculture Technology, suatu bidang yang agak asing buat industrial engineer kek gw, namun cukup menarik bagi orang dengan rumah terkelilingi sawah di kampung halaman sana.

eh, lagi-lagi da perubahan tempat ketemuan, karena beliau keluar dari tol buah batu, maka pertemuan lebih enak (bagi beliau) kalo di Bandung Supermall (BSM), gw ngikut aja sambil memaklumi bahwa dunia profesional emang probabilistik, anytime bisa dengan gampang berubah. Gw bales smsnya, ngasih tau kalau BSM lumayan jauh, jadi ada kemungkinan sedikit terlambat. Walaupun harus ditempuh hampir 45 menit gw usahain buat tepat waktu. Dan bener, gw nyampe tkp jam 16.58!

HP bergetar, ada sms masuk. “Ooo, kasian kamu. Santai saja kalau begitu. Jam 5.30 juga gpapa. Ibu masih di pasir koja. Keluar tol buah batu“,, haha… gw senyum sendiri, teringat gw ngebut banget buat ngejar jam 5, dengan kondisi baru pertama kali ke BSM dengan berbekal searching2 di Google dan nanya orang tiap lampu merah.

Gw nunggu sambil pesen donat sekalian minum. Taukah kalian, this is my first time to buy something at J.Co by myself!!, Alone!!, dengan berbekal muka ndeso yang dipaksakan ga kagok, gw nyari-nyari pricelist. Dannn…. baru tau gw, kalo ga ada daftar harga di sini!. Dan bismillah, gw pesen dua donat, Coco Loco ma Heaven Berry, trus minumnya Freeze Chocolate,, berapa mbak semuanya? 44ribu!

Beuhh…dengan berat hati gw bayar, sambil berfikir kalo gw musti melakukan sesuatu buat nutupin pengeluaran makan yang cukup ga biasa. Sebagai seorang mahasiswa miskin yang belum lulus akhirnya memutuskan untuk makan mie seharian, esoknya gw masak full (dari nasi ampe lauk) dan seninnya puasa. Gw pikir cukup fair!

Akhirnya gw ketemu sama pihak perusahaan, seorang ibu (yang terlihat) muda, cukup ramah dan smart!. Diawali dengan obrolan ngalor ngidul, tentang adiknya yang dulu alumni TI-ITB juga dan sekarang kuliah di Jerman, tentang beliau yang merupakan mantan orang Learning and Developmentnya ANZ Bank dan megang seluruh Asia Tenggara (dan sebelumnya juga pernah berkarir di Barclays, Standard Chartered, Citibank).

Obrolan makin asyik ketiga ngomongin proyek yang bakal dikerjain, tentang sebuah perusahaan multinasional yang bergerak dalam bidang Agriculture Technology yang masih punya sistem kaderisasi yang masih “kurang”, padahal peringkat tiga dunia di bidangnya. Selanjutnya setelah ngobrol panjang lebar, gw diajak bergabung dengan team proyek ini. Lebih spesifik gw bertugas untuk membuat SOP dan menganalisa Proses Bisnis salah satu produk. Agak menantang kerjaannya, ditengah amanah gw musti beresin TA, gw harus barengan ngerjain proyek ini yang musti bolak-balik bandung-pasuruan, jember dan malang.

*Dan pengalaman ini akan menjadi hal yang berharga, membentuk karir sebelum benar-benar berkarir.

Posted by: Ahmad Dardiri | November 7, 2010

Ironi Minyak Goreng Curah

Sejalan dengan tugas baru ane sebagai part timer bapak rumah tangga yang baik dan kurang benar. Berarti gw punya tugas turunan baru, yaitu bahwa  gw musti melaksanakan tugas besar, salah satunya belanja. Yap! be-la-nja, tapi jangan dibayangin belanja ibu-ibu dengan tas belanjaan besar berisi sayur mayur lengkap dengan dompet super gede diketiak berjalan sempoyongan ditengah riuhnya pasar tradisional. Bukan itu, bahkan juga bukan belanja ala ibu muda ibukota dengan dandanan layaknya artis sinetron ABG dengan tas Francesco Biasia ditangan kiri dan beberapa kantong putih ditangan kanan yang tertera aneka tulisan sesuai dengan merk barang yang dibeli, luis vitton, Hugo Boss, Mango dst. Haha.. sepertinya terlalu berlebihan. Tapi itulah, gw malam itu belanja sambal instan botolan, telur seperempat kilo, tempe dan minyak goreng seperempat liter.

Bodohnya, malam itu gw beli minyak goreng botolan bermerk Bim*li, tapi saking akutnya penyakit pelupa nan ceroboh gw, akhirnya barang yang dibeli ketinggalan di toko tempat gw beli. Hm.. akhirnya gw putusin paginya buat ngambil karena emang lagi butuh banget buat goreng tempe yang udah dibeli sebelumnya. Keburu sang tempe jadi oncom dan karena perut udah teriak minta diisi.

Tapi waktu gw coba ke toko yang tadi malem, ternyata masih tutup dan sepertinya bakal tutup seharian, karena seinget gw ini hari minggu. Ya udah gw putusin buat beli lagi ditempat lain. Pas coba nanya ternyata ga ada tuh merek minyak botolan sejenis bim*li, yang ada adalah minyak goreng curah yang dibungkus seadanya dengan rupa yang kurang menarik, hmm… langsung teringat salah satu iklan minyak goreng di tivi, yaitu ketika sang aktor (Alm. Adjie Massaid) mencoba meminum minyak tersebut untuk menguji kualitasnya. Karena pada dasarnya minyak goreng yang berkualitas bisa diminum, begitulah kata si iklan (semoga ini bukan salah satu penyebab meninggalnya beliau). Langsung gw berpikir, apa jadinya kalo gw nguji kualitas nih minyak curah dengan cara diminum?? mabok mungkin yak!, haha…dan akhirnya terpaksa gw beli.

Berikut perbandingannya :

Gambar dibawah adalah minyak goreng curah, dengan mutu dan higienitas yang gw ga tau, karena ga tercantum sama sekali tentang siapa yang bikin, kandungan nutrisi, atau ijin beredar Badan POM, dst. Dan dengan segala atribut yang melekat didalamnya minyak ini mempunyai harga Rp3000/seperempat liter.

Sedangkan gambar berikut minyak goreng bim*li, dengan kemasan praktis, mutu dan higienitas terjamin karena tercantum jelas kandungan nutrisi, Standar Nasional Indonesia (SNI), izin beredar dari badan POM, sertifikat halal dari MUI, dst. Dan akhirnya…dengan segala atribut yang melekat didalamnya minyak ini mempunyai harga Rp3200/seperempat liter.

Bahwa konsumen sekarang semakin pintar, pertimbangannya pun tidak melulu hanya pada fungsi pokoknya. Dengan added value yang jauh lebih besar dari minyak goreng curah, pantaskah hanya selisih 200 perak?

satu argumen kecil kenapa minyak curah kurang bisa bersaing.

Berdasarkan data FAO tahun 2006 terdapat 820 juta kelaparan kronis di negara berkembang, dari jumlah tersebut 350 – 450 juta atau lebih dari 50 persen adalah anak-anak, 13 juta diantaranya ada di Indonesia. Selain itu data dari WHO disebutkan bahwa malnutrisi dan kelaparan merupakan penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, yaitu paling tidak 17.289 anak-anak meninggal setiap harinya karena kelaparan dan malnutrisi, sehingga kelaparan dan malnutrisi menjadi ancaman nomor satu bagi kelangsungan hidup anak-anak diseluruh dunia, melebihi AIDS, Malaria dan TBC.

Malnutrisi adalah suatu keadaan di mana tubuh mengalami gangguan dalam penggunaan zat gizi untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas. Malnutrisi dapat disebabkan oleh kurangnya asupan makanan maupun adanya gangguan terhadap absorbsi, pencernaan dan penggunaan zat gizi dalam tubuh.

Jika dilihat lebih mendalam, permasalahan malnutrisi ini pada dasarnya bukan hanya terkait dengan kesehatan, banyak hal yang terkait dengan
adanya permasalahan ini yaitu dapat kita lihat dari Piramida Maslow sebagai berikut :

Gambar : Pyramid of Needs (After Abraham Maslow)

Dalam Teori Piramida Maslow, kebutuhan manusia bersifat berjenjang, ketika kebutuhan dasarnya terpenuhi, maka akan muncul motivasi untuk memenuhi kebutuhan yang diatasnya. Sedangkan ketika kebutuhan belum terpenuhi maka tidak akan ada motivasi untuk meraih kebutuhan selanjutnya.

Dalam kontek ini, (keluarga) penderita malnutrisi mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan paling dasarnya (Physiological Needs), yaitu pemenuhan atas kebutuhan pangan, maka dalam keadaan ini seseorang tidak akan melangkah ke tingkatan kebutuhan yang lebih tinggi. Maka permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar ini akan menganak-pinak menjadi permasalahan-permasalahan baru secara multidimensi.

Kelaparan dan malnutrisi merupakan permasalahan yang cukup komplek, sehingga penangganannya juga harus melibatkan semua aspek terkait, agar solusi yang didapatkan tidak hanya berfungsi sebagai ‘Pain Killer’ tapi benar-benar menyelesaikan sampai ke akar masalahnya.

Berikut ini adalah analisis penyebab terjadinya kelaparan dan malnutrisi dilihat dari beberapa aspek terkait :


Gambar: Diagram Fishbone

Dari berbagai akar permasalahan yang ada, dapat ditarik suatu garis besar root causes yang nantinya akan menjadi titik pemecahan yang feasible untuk dilakukan.

Dari beberapa akar permasalahan yang telah diidentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah membuat alternatif solusi.

Adapun pemecahan masalah akan didasarkan pada masing-masing garis besar root cause yang telah ditarik sebelumnya.

  1. Pengetahuan masyarakat yang kurang memadai

    Pada dasarnya gizi buruk tidak hanya disebabkan oleh faktor kesejahteraan, tapi banyak terkait dengan rendahnya pengetahuan masyarakat .

    Dari permasalah tersebut, langkah yang dapat dilakukan pemuda misalnya dengan cara membuat kampanye “Hunger and Malnutrition Youth Campaign“, hal ini diharapkan bisa menjadi sarana upgrading pengetahuan masyarakat tentang masalah terkait khususnya dan meningkatkan kepedulian masyarakat lain umumnya. Kampanye harus dilaksanakan secara efisien dan kontinyu.

  2. Kesadaran Masyarakat yang rendah

    Kesadaran masyarakat erat kaitannya dengan budaya dan kebiasaan yang ada di masyarakat, sehingga dibutuhkan strategi khusus dalam merubahnya.

    Hal yang dapat pemuda lakukan adalah dengan secara konsisten memberi teladan pola hidup ‘sadar’, hal ini dirasa efektif untuk memutus rantai budaya yang kurang sadar di masyarakat. Selain itu sosialisasi menjadi sangat penting sebagai trigger dalam perubahan ke arah yang lebih baik.

  3. Kemiskinan

    Ketika angka malnutrisi berkurang satu persen, kemiskinan juga berkurang empat persen. Tapi jika kemiskinan ditekan sehingga berkurang satu persen, angka malnutrisi hanya berkurang 0,05 persen. Sehingga program pemberian nutrisi membuat orang pintar, bisa bersekolah sekaligus lebih banyak mengurangi kemiskinan,”

    Public Information Officer World Food Programme (WFP)

    Dari ungkapan tersebut dapat diketahui bahwa perlu adanya prioritas yang tepat dalam pemecahan masalah kemiskinan dan malnutrisi, karena keduanya mempunyai korelasi yang sangat tinggi sekaligus urgent untuk segera diselesaikan.

    Berdasarkan keterangan dari World Food Programme (WFP), diketahui bahwa satu anak membutuhkan Rp250.000 untuk kebutuhan setiap tahunnya, atau hanya Rp20.833 perbulan. Pada dasarnya sangat besar masyarakat Indonesia yang mempunyai kemampuan untuk menyumbangkan uang sejumlah itu, hanya dibutuhkan adalah kesadaran dan empati, untuk itu butuh peran pemuda untuk berada di garis depan menginisiasi semua.

Dari analisis tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif tentang permasalahan malnutrisi dan kelaparan di Indonesia, sehingga dapat menjadi dasar dalam penanggulangannya.

Dan pada akhirnya banyak pakar dalam bidang kelaparan percaya bahwa pada akhirnya jalan terbaik untuk mengurangi kelaparan adalah lewat pendidikan” (UNICEF)

 

Daftar Pustaka :

UNICEF. A UNICEF Policy Review: Strategy for Improved Nutrition of Children and Women in Developing Countries. New York: 1990. Hal: 8.

_______________, http://www.lonweb.org/hunger/

_______________, http://www.businessballs.com/maslow.htm

_______________, http://www.rileks.com/

_______________, http://organisasi.org/

Posted by: Ahmad Dardiri | September 29, 2010

MMS (Multimedia Message Service)

Pada suatu siang yang panas, pengap dan sedikit berdebu, gw berkunjung ke rumah temen SMA waktu itu. Di jaman itu masih belum banyak orang yang mempunyai HP, mengingat kampung tersebut belum semua tercover sinyal Operator Seluler, kalopun ada cuman satu operator dan ngedapetinnya HP musti diangkat trus digeser-geser ampe dapet sinyal.

Pas lagi enak ngobrol di ruang tamu, si ibu temen gw nyela tanya, “eh, pamanmu kemerenan udah dii.. M..MS?”, kata ibu itu ke temen gw dengan agak belepotan dan ragu ngomong “MMS”nya. “Udah bu”, jawab temen gw cepat. Sedangkan gw menatap ibuk yang berdiri di pintu itu dengan senyum tanggung, mengira bahwa ibu telah salah mengucapkan kata, harusnya SMS.

Beberapa waktu kemudian, gw kebetulan baca tabloid teknologi di perpustakaan SMA, di situ diulas banyak tentang fitur teranyar service operator seluler, diantaranya MMS, Multimedia Message Services….

Jadi kepikiran lagi,, hmm… gw lumayan ketinggalan jaman ya ternyata……

^^’

Posted by: Ahmad Dardiri | June 9, 2009

Ahh..Awal Liburan

Awal liburan, moment yang selalu ditunggu-tunggu, dan sebagian besar menyenangkan, bagaimana tidak, dimana sebelumnya beruntun dihajar oleh rutinitas kuliah, tugas-tugas dan praktikum, diakhiri dengan combo UAS dan beberapa Tugas Besar,, terasa cukup plong,,

Hal ini cukup beralasan, dimana kadang pada pertengahan liburan panjang seperti ini, hampir tiga bulan, terganggu dengan kemunculan sindrom kebosanan akibat berjalannya rutinitas yang sangat tidak biasa,, sedangkan pada akhir-liburan harus menyelesaikan urusan administrasi di kampus yang kadang cukup ribet, makan waktu, makan biaya dan selalu makan hati..

Romantika awal liburan kali ini bagi gw tidak seindah liburan-liburan yang telah lalu, tidak berjalan seperti yang telah diagendakan. Teringat awal liburan genap tahun lalu, gw langsung isi dengan ikutan Latihan Kepemimpinan bareng Kodam Siliwangi, selama seminggu dan cukup seru, kemudian langsung dilanjutkan ikutan program internship. Cukup menggembirakan, jadwal tersusun rapih dan sebagian besar terlaksana, mantabb,,

Sedangkan pada liburan kali ini, gw bertemu dengan masalah yang menurut gw cukup menggelikan mungkin, gw ketinggalan salah satu UAS mata kuliah dikarenakan sakit (postingan sebelumnya, red), dan musti ikut susulan. Dari sinilah masalah muncul, ketika teman-teman yang lain udah mulai liburan, ato bahkan mulai KP, gw musti bolak-balik nyari dosen bersangkutan untuk meminta jadwal UAS susulan, ga cuman sekali, beberapa kali, dan setiap penantian selalu memakan waktu cukup lama ditambah dengan kebosanan akibat ketidakpastian hasil yang bakal diperoleh. Hal ini berjalan hampir tiga minggu (ampe sekarang..) dengan kisah yang selalu kurang begitu indah,,,

Beruntung gw bukan logam yang bisa karatan, atau batu yang bisa lumutan, Namun gw cuma manusia yang bisa merasa Bosan……

Agenda liburan ini, setidaknya gw pengen pulang kampung, disempatin banget walaupun cuman beberapa hari, mumpung KP masih bulan juli, soalnya kebayang ntar libur lebaran depan bakal terganggu banget oleh PLO, liburan semester ganjil bakal ada Kulker, liburan semester genap taun depan udah bingung TA,,

Hmm..mumpung masih ada kesempatan…

Older Posts »

Categories