Serasa tidak aneh kalo terjadi………..
Setelah bimbingan tugas akhir siang tadi, gw bersama empat teman punya ide cukup impulsif, dan selanjutnya dilaksanakan secara berjamaah. Yaitu pengen main badminton pada saat itu juga, jam 1 siang. Padahal sebelum2nya, badminton selalu direncanain minimal seminggu sebelum main. Dengan kostum kuliah berupa jeans, polo shirt dan sepatu kodachi yang berharga 50 ribu di pasar kosambi (kalau di pasar jumat salman 30 ribu #infogapenting!), dan raket yang selalu stand by di mobil seorang kawan. Main empat orang dengan durasi 2 jam cukup menghabiskan tenaga..
Ga kek biasanya, yang suka ngobrol2 dlu kalo abis maen, saking capeknya kali ini pas udah beres kita langsung pulang ke kosan masing2, konek internet dan iseng2 ngecek timeline Twitter sambil rehat.
Mata yang lelah ini tersita pada sebuah berita yang muncul di timeline. Ini gw capture.

Sangat prihatin, mengingat pernah baca beberapa berita tentang pengamanan distribusi soal UN, walaupun terlihat lebay, gw pikir itu ikhtiar untuk benar2 mengantisipasi kejadian yang sangat tidak diinginkan, cukup patut diapresiasi.
……pengawalan sangat ketat atas distribusi plat percetakan di masing2 daerah
……karyawan percetakan yang sampai dikarantina pada saat produksi berlangsung
…….menteri, gubernur, bupati, tentara, mahasiswa dst rajin ngadain sidak pas hari-H
…….dikawal aparat bersenjatalah, pake helicopterlah,….
dan banyak lagi strategi lain penjaminan soal yang cukup “Wah!”
Kemudian gw coba klik link berita itu, walaupun akhirnya ga kebuka karena modem cukup lemot. gw pikir untuk berita kek gini, detik.com harusnya cukup update. Akhirnya detik.com kebuka dan gw menemukan judul ga kalah mengagetkan lagi..

Seketika gw klik link beritanya
Dan inilah penampakannya :
SMS Kunci Jawaban UN Beredar di Banyuwangi

Banyuwangi - SMS diduga kunci jawaban beredar luas di kalangan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA dan sederajat di Banyuwangi. SMS itu beredar sejak hari pertama UN digelar.
“Satu jam sebelum ujian hari pertama saya sudah dapat,” kata seorang peserta UN kepada detiksurabaya.com, yang meminta namanya tidak dipublikasikan, Selasa (19/04/2011).
Bahkan, SMS kunci jawaban untuk soal yang diujikan hari ini sudah beredar Senin (18/04/2011) malam. Tidak sedikit peserta ujian yang mempercayai kebenaran SMS tersebut.
Rata-rata peserta UN yang menerima SMS kunci jawaban di hari pertama menguji kebenaran SMS tersebut. Hasilnya, nyaris semua jawaban yang ada di SMS benar.
“Setelah saya tes di rumah bersama teman-teman, hampir semua jawaban yang ada di SMS benar,” tambah sumber detiksurabaya.com
Sementara Dinas Pendidikan Banyuwangi bersikap santai terkait beredarnya sms kunci jawaban tersebut. Sebab, kunci jawaban yang ada di SMS itu tidak sesuai dengan paket UN yang ada.
“Hal yang biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan,”jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi, Catur Pamarto, kepada wartawan di kantornya.
(fat/fat)
Silahkan dibaca, dilihat, diresapi………
Gw merasa sangat malu, miris, prihatin atas berita tersebut,,,pernah juga mengalami hal yang sama, malu ketika ada seorang pembicara*) di sebuah seminar tentang potret pendidikan di Indonesia bilang “Di Banyuwangi, jumlah siswa yang lulus melebihi jumlah yang ikut UN, aneh ga??“,, *)eko prasetyo, penulis buku “Anak Miskin Dilarang Sekolah”.
Sedangkan jjjjjjjjjjjjaaaaaaaaaaaaaauuuuuuhhhhhhhhhh lebih malu lagi pas baca komentar berita di atas, orang yang seharusnya sangat bertanggung jawab atas hal ini, seorang KEPALA BIDANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DINAS PENDIDIKAN BANYUWANGI :
“Hal yang biasa, tidak perlu ditanggapi berlebihan,”jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Banyuwangi, Catur Pamarto, kepada wartawan di kantornya.
………….
Dan inilah yang membuat kejadian tersebut berlanjut-lanjut, ampe sekarang!!
Ketika kesalahan dimaklumi sebagai hal yang biasa….
Gw kasihan dengan guru-guru di sekolah, dari mulai TK mengajarkan bahwa bahwa berbohong adalah perbuatan dosa yang dilarang agama..
Guru SD pun demikian, ,,bahkan masih hangat ingetan di kepala, sampul coklat di buku tertulis “Rajin Pangkal Pandai”. Bukan tertulis “Bawa HP pas ujian pangkal dapat nilai bagus!”
Guru SMA juga, pagi buta berangkat ke sekolah untuk memberi materi pendalaman, tak pernah capek untuk bilang “rajin2lah belajar”, try out pun sering diadakan untuk memastikan siswa menguasai materi dengan baik.. dan satu lagi, perihal dilarang nyontekpun jadi pelajaran sehari-hari dari mulai awal masuk sekolah….
Orang tua kita pun tak pernah bosan mengingatkan, bahwa modal kita untuk masa depan adalah kejujuran… percuma pinter kalau tidak jujur nak!,,orang tidak pinter secara akademis pun banyak yang sukses,, tapi orang yang tidak jujur?? Sukses membuat diri hidup merana dipenuhi kebohongan.
……………………
Tapi akhirnya???
Pada saat hari–H Ujian Nasional, dengan gampang mendapat SMS jawaban, atau apapun modusnya, yang sebagian besar jawaban benar, dan akhirnya lulus dengan mendapat nilai BAIK (bahkan tak jarang SANGAT BAIK) seperti yang mereka, orang tua, para guru inginkan … tanpa perlu ilmu yang dipelajari selama 3 tahun!, ocehan guru, bimbel, lembur belajar ampe malem serasa tak berguna dibanding dengan SMS dari langit itu..
Itukah yang dinamakan sukses UN?? No!!, Big NO!
Gw sangat prihatin, dan ini ada disekitar kita (gw pernah mengalaminya..bagaimana dengan kalian?)
Akankah ini akan selalu dimaklumi, dengan alasan mempertaruhkan citra sekolah? Disdik Kabupaten?? Propinsi?? Atau bahkan Pemerintah pusat?…. Pertanyaan akan coba saya balik, banggakah jika citra sekolah (atau disdik kabupaten dst) BAIK karena nilai UN tertinggi, walaupun buah dari ketidakjujuran??? Hmm….Orang yang punya nurani serta harga diri akan menjawab “Tidak”!
Ataukah karena keTAKUTan-keTAKUTan jika siswa mengerjakan UN dengan jujur lantas akan tidak lulus. Terlalu sombong untuk mendahului takdir Allah, dan berpikir picik bahwa yang Allah perintahkan tentang jalan yang benar (kejujuran) akan mendatangkan mudzarat berupa “hasil” yang buruk…
Maka, gw ada beberapa pertanyaan :
Bolehkah seorang pejabat korupsi karena TAKUT anak dan istrinya diledek orang karena tidak punya mobil atau rumah mewah???
Bolehkah seorang mencuri karena TAKUT anaknya ga bisa memakai sepatu layaknya temannya yang lain??
Bolehkah menipu karena TAKUT ga bisa bergaya hidup seperti yang lainnya??
Bolehkah ketika ada yang TAKUT reputasi sekolah turun dan akhirnya berbuat hal yang “tidak benar” itu??
Semua pertanyaan tersebut gw kira analog.. dan kenapa permasalahan di negeri ini tak kunjung tuntas…
…………………………
Buat yang pernah melakukan itu dan lulus dengan nilai yang BAIK (bahkan sangat baik, dan belum menyesal ampe sekarang), Selamat!
Selamanya anda tidak akan pernah bisa membanggakan sepenuhnya “pencapaian” yang “anda” raih itu..
Apalagi kebanggaan sekolah,, Hampa!!
Dan ketika kita sering mengutuki para koruptor yang mengambil uang rakyat, pencuri, perampok yang mengambil barang orang lain… taukah, kalian sudah mengambil nilai yang bukan hak kalian….
*bukan bermaksud sok suci, tapi hanya berusaha menyampaikan yang gw yakini benar,,walaupun akan selalu ada kekurangan..
Mari bersama-sama saling mengingatkan dan memperbaiki diri.

“alangkah lucunya negri ini” kyknya akn mnjadi film yg trs reliable dg kondisi Indonesia tercinta kita ini mz.. hmm mnurut sy pernyataan bapak itu sudah cukup mewakili pemerintah (disdik) banwa sbenarnya plagiarisme dlm uan itu adlh legal d lakukan oleh siswa.. :geleng-geleng:
By: oky heru prasetyo on April 19, 2011
at 8:01 pm